Rabu, 01 Agustus 2012

Pelecut Sukses


Alkisah, ada seorang perempuan muda yang bekerja di salah satu salon kecantikan papan atas di New York, yang sering dikunjungi oleh kalangan atas dan selebritis. Suatu hari dia terkagum-kagum melihat pakaian seorang pelanggan kaya yang sedang berkunjung ke salon tempatnya bekerja. Rasa ingin tahunya langsung muncul, dan lalu bertanya dengan pertanyaan spontan, "Di mana Ibu membeli pakaian Ibu ini, ya?"
Pelanggan kaya itu menatap dirinya dengan sikap dingin dan tatapan tajam. Dan dengan ketus, dia menjawab, "Untuk apa kamu mau tahu di mana saya membelinya? Kalau saya katakan, toh kamu tidak akan sanggup membelinya."

Mendengar kata-kata hinaan itu, si pekerja salon melangkah pergi dengan wajah merah padam. Perasaannya terluka, tapi batinnya berbicara, 

"Saya berjanji suatu hari saya pasti bisa mendapat semua seperti yang dipunya wanita kaya itu: perhiasan, rumah mewah, uang yang banyak. Mulai sekarang tidak akan ada lagi orang yang berkata seperti itu pada saya."

Tahun demi tahun pun berlalu. Di berbagai surat kabar mulai terpampang foto-foto si pekerja salon tadi bersama orang-orang top dunia, seperti Pangeran Charles, Putri Grace dari Monaco, Rose Kennedy, TC Cooke, dan lainnya.
Pekerja salon itu adalah Estee Lauder (1906-2004). Bisa dibilang, pada masa hidupnya, ia adalah salah satu wanita terkaya di dunia dan merupakan pionir dalam industri kecantikan dunia. Perusahaan Estee Lauder Companies miliknya dibangun pertama kali bersama suaminya Joseph Lauder. Perusahaan ini adalah induk dari berbagai merek kosmetik dan fashion bergengsi. Contohnya, Donna Karan Cosmetics, Tommy Hilfiger Toiletries, Aramis, Clinique, dan Mac. Produk-produk Estee Lauder Companies dijual di lebih dari 130 negara di lima benua. Mengenai kisah suksesnya, Estee berulang kali mengatakan, 

"Saya bisa berhasil tidak hanya dengan berdoa atau berharap, tapi juga dengan bekerja."
*** 


Kisah Estee Lauder di atas menegaskan betapa sebuah hinaan atau cercaan itu sebenarnya bisa memberikan manfaat besar bagi hidup kita. Estee Lauder telah membuktikannya. Dia mampu mengubah perasaan negatifnya terhadap wanita yang menghinanya menjadi motivasi besar dirinya untuk meraih sukses.

Jika ada orang yang meremehkan atau menghina kita, biarkan saja. Tapi, jangan sampai kita kehilangan rasa percaya diri dan meratapi diri kita atas hinaan itu, apalagi menyimpannya menjadi dendam hingga mengharapkan hal-hal buruk terjadi pada orang yang menghina kita. Seperti yang dilakukan Estee Lauder, kita juga bisa mulai belajar untuk mengubah kata-kata negatif sebagai "pelecut" semangat kita untuk meraih keberhasilan yang lebih besar. Salam Sukses Luar Biasa!


source: m.andriewongso.com

Arti Hidup


Alkisah, ada seorang gadis yang bisa melakukan apa saja yang dia inginkan. Yang perlu dilakukannya hanya memilih hal yang ingin dikerjakan dan berfokus. Suatu hari, duduklah dia di depan sebingkai kanvas kosong dan mulailah dia melukis. Setiap goresan di atas kanvas terlihat lebih sempurna, lambat-laun membentuk sebuah mahakarya yang tanpa cacat. Saat lukisannya selesai dikerjakan, gadis itu memandang hasil karyanya dengan bangga dan tersenyum puas.


Lukisan yang baru saja dibuatnya menegaskan bahwa si gadis memang punya bakat melukis. Dia seorang seniman, dan dia sendiri juga menyadarinya. Tapi sesaat setelah lukisannya jadi, si gadis menjadi cemas dan cepat-cepat bangkit berdiri. Karena dia sadar meski dia mampu berbuat apa pun di dunia ini sesuai keinginannya, dia hanya menghabiskan waktunya menggerakkan dan menggoreskan tinta di atas sebingkai kanvas.


Dia merasa masih ada banyak hal di dunia ini yang bisa dilihat dan dilakukannya-ada begitu banyak pilihan. Dan jika akhirnya dia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang lain dengan hidupnya, maka waktu yang dihabiskannya untuk melukis akan menjadi sia-sia. Si gadis melihat sekilas hasil karyanya untuk terakhir kalinya, dan berjalan keluar di tengah cahaya bulan. Ketika dia berjalan, dia juga berpikir. Lalu, dia berjalan lagi dan lagi.


Selagi berjalan, si gadis tidak memperhatikan awan dan bintang di langit yang berusaha memberi isyarat padanya, karena dia terlalu sibuk dengan keputusan penting yang harus dibuatnya. Dia harus memilih satu hal yang akan dikerjakannya di antara banyak kemungkinan yang ada di dunia. Haruskah dia belajar kedokteran? Atau mendesain bangunan? Atau mengajar anak-anak? Dia benar-benar bingung.


Dua puluh lima tahun kemudian, gadis itu mulai menangis. Karena dia menyadari selama ini dia sudah menempuh perjalanan yang sangat panjang. Selama bertahun-tahun itu pula, dia menjadi begitu tergoda pada segala kemungkinan yang bisa dilakukannya tapi akhirnya tak satu pun yang berarti yang telah dilakukannya. Dan akhirnya, dia menyadari bahwa hidup itu bukanlah tentang kemungkinan-segala hal itu mungkin. Hidup itu tentang menentukan sebuah pilihan-memutuskan melakukan sesuatu yang benar-benar disukai.


Maka gadis itu, yang sudah bertambah dewasa, membeli sejumlah kanvas dan cat lukis dari toko barang kerajinan. Lalu, dia mengarahkan mobilnya menuju taman terdekat, dan mulai melukis. Satu goresan dengan indah berlanjut ke goresan berikutnya sama seperti yang pernah dihasilkannya bertahun-tahun lalu. Siang berganti malam, dan si gadis masih saja terus melukis. Karena dia akhirnya sudah membuat suatu keputusan. Dan masih ada cukup waktu yang tersisa untuk bersuka-ria dengan keajaiban dalam hidup ini.
Sama seperti gadis dalam kisah di atas, sebagian kita sering kali hanya berjalan keliling tanpa tujuan. Kita seakan sibuk dengan berbagai hal, tapi tak satu pun yang benar-benar berarti dan bermakna. Akhirnya, apa pun yang kita peroleh terasa hampa dan tidak memuaskan hati. Maka, mari kita berhenti sejenak untuk merenungkan apa tujuan sejati kita dalam hidup ini? Apa yang benar-benar menggerakkan hati kita? Jika sudah mendapatnya, berfokuslah pada tujuan itu.

Source: m.andiewongso.com

#garing #gaklucu

Percakapan yang garing dan gak lucu


Sepertinya pengalaman ini pernag saya alami dulu.. pernah atau belum ya? saya lupa pastinya, hehe


Cerita 1


Orang 1: "Peraturan itu ada buat dilanggar"
Orang 2: "Trus apa gunanya peraturan kalo untuk dilanggar?" #sambilemosi
Orang 1: "ya gunanya peraturan untuk dilanggar, coba denger aja pernyataannya lagi kalo peraturan itu ada buat dilanggar"
Orang 2: #terdiam #hening #garing

Cerita 2



kali ini saya ingat betul pernah saya alami, sebenarnya saya tau kalo salah sih, tapi sikapnya yang gak sopan dan sok2an itu yang bikin saya kurang simpati.
Orang 1: "Mas, bisa pergi nggak? tempatnya penuh, nanti mengganggu yang lain"..
Orang 2: "kalo nggak bisa?"
Orang 1: "Ya kalo gak bisa ya udah!!" dengan nada tinggi dan semakin membuat saya tidak simpati di tempat itu, hehehe

kesalahan orang 1 menurutku dalam kalimat sih, dalam bahasa inggris sih ini namanya kalau gak salah "yes no question", jadi hak saya untuk menjawab ya atau tidak, walaupun sebenarnya saya paham sih maksudnya, hehehe..
menurutku sih langsung saja minta tolong buat pergi, tidak usah basa basi apalagi dengan arogansi

kesalahan orang ke 2 yaitu saya adalah saya sudah tau aturannya tapi saya lupa jadi terlanggar deh, hehehe