Minggu, 07 Oktober 2012

Kidung

jangan pernah percaya pada kidung yang berbunyi dengan indahnya pada saat pertama kali kalian disini,keluarga. Pengalaman setahun lalu sih mungkin, dan diimplementasikan sampai sekarang,
Telah lama saya tidak suka dengan kosakata yg disebut mereka keluarga. keluarga semu lebih tepatnya. Coba bayangkan saja. mana ada keluarga yang menjatuhkan anggota keluarganya yang lain, kemudian mana ada keluarga yang menyakiti anggota keluarganya yang lain, membentak bentak, dan menganiaya keluarganya, berkata tidak sopan?? dan lain sebagainya..Mungkin ini sudut pandangku, bukan sudut pandangmu.. namun sudah kucoba buat melihat dari sudut pandang yang berbeda, tapi entah kenapa, semuanya tetaplah sama. keluargaku hanya satu. dan tak ada yang boleh menyebut aku keluarga mereka selain keluargaku, yang terdiri dari Ibu, Bapak, adik dan saudara sedarahku..
Ini pendapatku, bukankah semua orang boleh untuk menyuarakan pendapatnya..???


keluarga bagiku,
adalah yang di dalamnya terdapat kasih sayangadalah tempat dimana anggotanya merasa nyaman tinggal di dalamnyaadalah tempat dimana kita berinteraksi untuk pertama kalinya
tempat dimana ada harapan
tempat dimana ada perlindungan
tempat dimana kita saling menghormattempat dimana kita bisa berkeluh kesahtempat dimana ada sandaran saat kita susah

Daripada membohongi akal sehat, mengapa tidak saja sejak awal dengan terang terangan berkata kita ini adalah rekan bisnis. Karena di dalam ini ada kepentingan, untuk meraih tujuan, untuk meraih yang terbaik, tak menghiraukan siapapun.. 

Selasa, 04 September 2012

Bum Bum

Tiada yang kusuka dengan apapun yang ada disini
hanya ada wajah wajah bermuka semu
yang dilumuri cat kelabu
berhiaskan mahkota merah jambu

Mungkin indah bagi mereka
Menari bersama memainkan panggung sandiwara
Sehingga semua nampak ceria
Tanpa ada sedikitpun lara

Belum ada judul

Saya mungkin lelah dengan semua ini
Berlalu dengan sesuatu yang tiada pasti
Menari nari di dalam lingkaran mimpi
Hingga semuanya nampak tak berarti

Aku inginkan jiwa yang baru
Dimana semua cerita menjadi satu
Namun yang ada hanya rasa itu
yang dengan tak pasti meracuni kalbu