Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Mei 2012

K. H. Muhammad Arifin Ilham (dari facebook)

Beberapa status FB K. H. Muhammad Arifin Ilham yang semoga bermanfaat bagi sobat blogger.


Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu. Rasulullah bersabda, "Barang siapa membaca "Laa ilaaha illallaahu wahdahu Laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'Alana kulli syai-in qodiir" (Tidak ada tuhan yg berhak diibadahi dg benar kecuali ALLAH Yang Esa, tidak ada sekutu bagiNYA, milikNYA semua kerajaan, bagiNYA semua pujian, & DIA berkuasa atas segala sesuatu) 10 kali di waktu subuh, maka ditulis baginya 100 kebaikan, & dihapus krnnya 100 kesalahan, & bacaan itu baginya senilai dg memerdekakan budak, & dgnya dijaga hari itu sampai sore dari berbagai bencana, & bila membacanya di waktu sore, maka ia dijaga sampai subuh" (HR Imam Ahmad & Abu Dawud). SubhanALLAH sahabatku, ternyata mudah sekali meraih kemuliaan, inilah saatnya mulai & berjanji u tidak meninggalkannya di setiap selesai sholat subuh & magrib mengamalkannya...insya ALLAH...aamiin.




“Sesungguhnya ALLAH memilik sekelompok Malaikat yg berkeling dijalan2 sambil mencari org2 yg berdzikir. Apabila mrk menemukan sekolompok org yg berdzikir kpd ALLAH, maka mrk saling menyeru, Kemarilah kpd apa yg kamu semua hajatkan'. Lalu mrk mengelilingi org2 yg berdzikir itu dg sayap2 mrk hingga kelangit. Apabila org2 itu telah berpisah (bubar dari majlis dzikir) maka para malaikat tsb naik kelangit. ALLAH bertanya kpd mrk (padahal Dialah yg lebih mengetahui perihal mrk). ALLAH berfirman : Darimana kalian semua ? Malaikat berkata : Kami datang dari sekelompok hambaMu dibumi. Mrk bertasbih, bertakbir & bertahlil kpdMu. ALLAH berfirman : Apakah mrk pernah melihatKu ? Malaikat berkata: Tidak pernah! ALLAH berfirman : Seandainya mrk pernah melihatKu ? Malaikat berkata: Andai mrk pernah melihatMu niscaya mrk akan lebih meningkatkan ibadahnya kpdMu, lebih bersemangat memujiMu & lebih byk bertasbih padaMu. ALLAH berfirman: Lalu apa yg mrk pinta padaKu ? Malaikat berkata: Mrk minta sorga kpdMu. ALLAH berfirman : Apa mrk pernah melihat sorga ? Malaikat berkata : Tidak pernah! ALLAH berfirman: Bgmn kalau mrk pernah melihatnya? Malikat berkata: Andai mrk pernah melihanya niscaya mrk akan bertambah semangat terhadapnya, lebih bergairah memintanya & semakin besar keinginan u memasukinya. ALLAH berfirman: Dari hal apa mrk minta perlindungan ? Malaikat berkata: Dari api neraka. ALLAH berfirman : Apa mrk pernah melihat neraka ? Malaikat berkata: Tidak pernah! ALLAH berfirman: Bgmn kalau mrk pernah melihat neraka ? Malaikat berkata: Kalau mrk pernah melihatnya niscaya mrk akan sekuat tenaga menghindarkan diri darinya. ALLAH berfirman: AKU persaksikan kpdmu bahwasanya Aku telah mengampuni mrk. Salah satu dari malaikat berkata : Disitu ada seseorg yg tidak termasuk dalam kelompok mrk. Dia datang semata-mata krn ada satu keperluan (apakah mrk akan diampuni juga ?). ALLAH berfirman : Mrk (termasuk seseorang ini) adalah satu kelompok dimana org yg duduk bersama mrk tidak akan kecewa".
Dlm riwayat Muslim ada tambahan pada kalimat terakhir : "AKU ampuni segala dosa mrk, & AKU beri permintaan mrk". SUBHANALLAH.





Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. SubhanAllah sahabatku hampir setiap yg kuketahui tentang KEMULIAAN ISLAM ini ingin selalu kubagikan pada kalian, rasa bahagia kalau sudah kusampaikan. Rasulullah bersabda, ”Seseorang yg ahli dlm membaca & memahami Alqur’an akan berada dikalangan Para Malaikat Pencatat yg mulia Alkaramil bararah & sesorang yg tidak lancar, terbata2 membacanya dg susah payah mempelajari, akan mndapat ganjaran 2 kali lipat” (Muttafaqun alaihi). Karena itu sahabatku jangan malas, jangan minder, jangan berhenti apalagi putus asa belajar Alqur’an, semangatlah meraih kemuliaan Allah dg kekaguman para MalaikatNYA & berniat berlipat ganda...insya ALLAH aamiin.




Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. Sahabatku, ada 3 rengking drazat hamba yg bertaqwa itu disisi ALLAH (QS 3:34), kita mulai dari rengking ke 3 dulu, ”Alkaazhimiinal goizho”, mampu menahan marahnya walaupun mampu & punya peluang u membalasnya, Rengking ke 2, "Al aafiina aninnaas”, mampu menahan marah & mampu memaafkan, sayangnya belum mampu melupakannya, Kadang kadang masih ingat. Sedangkan rengking tertinggi. ”Almuhsiniin”, bukan hanya mampu menahan marah, memaafkan & melupakan tetapi bahkan mampu & senang mengajak u membuka lembaran baru, " Yang lalu yg lalu, mari kita mulai dari yg baru lagi", SubhanAllah, mulia sekali hamba ini disisi ALLAH, pantaslah ALLAH sangat mencintai hamba yg MUHSINIIN ini. Lantas kita ada pada rengking yg mana,sahabatku?, "Semoga ALLAH senantiasa memperbaiki keadaan kita dg HIDAYAHNYA...aamiin".




Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. Inilah kiat menahan marah, 1. Ingat semuanya pasti dibalas di akhirat, 2. Lihat akibat marah pasti akhirnya penyesaln, 3. Menjauh dari org membuat marah atau suasana yg menbuat marah, 4. Segera berwudhu, 5. Membaca “Adzubillahi minasysyaithoonisrajiim” kalau ingin marah atau melihat orang marah, 6. Adukan masalah pada orang sholeh, 7. Ingat tidak ada masalah diselesaikan dg emosi, 8. Ingat keluarga terutama anak anak, 9. Ingat hadiah sabar adalah Syurga dari ALLAH, ”Selamat hai penyabar untukmu Syurga”(QS13:24), Rasulullahpun brsabda, ”Jangan gampang marah untukmu Syurga”, 10. Kalau sudah puncaknya menahan marah, hampir tidak kuat maka bertakbirlah kuat kuat sambil memindahkan posisi diri, kalau duduk berdirilah, kalau berdiri berjalanlah, 11. Bersahabat dg sahabat yg teladan dalam kesabaran, 12. Selalu berdoa agar menjadi hamba ALLAH yg sabar & rendah hati di setiap selesai sholat fardhu, "Allahumma ya ALLAH jadikanlah kami hambaMU yg sabar atas semua ujianMU...aamiin".




Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. Mengapa mudah & selalu marah-marah? Karena, 1.Sombong, 2. Selalu merasa benar, 3. Kompensasi dari kelemahan diri, kekecewaan, gagalnya sebuah harapan apalagi yg hampir diraih, masa lalu yg kelabu, 4. Nafsu yg terpuaskan hanya dg marah, 5. Pencinta berat dunia, 6. Dendam, 7. Dengki, "org lain sukses kok malah marah marah", 8. Bersemainya syetan pd aliran darahnya, sprt api yg mudah menyambar, 9. Pikiran pendek,”Inginkah melihat org gila?”,”Lihatlh org terbakar marah, org yg dicintainyapun disiksanya!”. InsyaAllah kan dilanjutkan ttg cara menahan marah sampai kedudukan hamba2 yg sabar...hem sabar ya sahabatku, aku rehat dulu, jangan lupa berdoa, berzikir, berwudhu & berniat sholat malam sebelum tidur...




Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.
Sahabatku fillah, hidup ini bukan u hidup tetapi hidup ini u Maha Hidup, hidup bukan u mati, justru mati itu u hidup, jangan takut mati, jangan cari mati & jangan lupakan mati krn mati bukanlah wafat, mati hanya jasmani tetapi ruih wafat terus hidup di Alam Kubur, mati bukanlah akhir kisah hidup ini yg penuh sandiwara tetapi membuka tabir kisah hidup sebenarnya, "Hari dibukanya semua rahasia" (QS 86:9). So tugas hidup ini adalah PENGABDIAN kpd ALLAH u itulah kita dihidupkan ALLAH (QS 51:56), SubhanALLAh. "Allahumma ya ALLAH jadikan hidup hamba dalam keberkahanMU...aamiin".





Sahabatku fillah inilah diantara energi yg membangkitkan semangat & kesenangan ibadah & taat kita krn, 1. Kuatnya iman kpd Allah yg Menciptakan, Mengatur, Menguasai, Menatap, Mendengar..., 2. Sbg rasa syukur atas ni'mat Allah yg luar biasa, 3. Ingat kematian yg semakin mendekat, 4. Melihat org yg wafat, 5. Ingat dahsyatnya sakaratul maut, 6. Ingat galian 2 meter kuburan, akhir kisah kita berbantal tanah, 7. Melihat kuburan, "sedang apa & apa yg terjadi pd mrk di alam kubur", 8. Ingat dahsyatnya Qiyamat mns & gunung2 berterbangan seperti laron, 9. Ingat Padang Mahsyar, semua mns jin dikumpulkan u mempertanggungjawabkan perbuatannya, 10. Ingat indahnya Syurga selama2nya & ngerinya siksa Neraka, 11. Melihat ulama yg istiqomah, 12. Melihat org yg ma'siyat, kok berani ma'siyat?, kok bisa ma'siyat?, kaya lama saja hidup ini, 13. Melihat org yg papa, sakit, cacat. SubhanAllah semuanya menjadi RENUNGAN HIKMAH pembangkit semangat KETAQWAAN kita sahabatku, semoga ALLAH selalu membuka hati pikiran kita u mengambil hikmah atas semua takdirNYA...aamiin.




Sahabatku, Seperti Apakah Rasulullah saw? “Rasulullah adalah seorg yg sgt tampan wajahnya, sgt luhur budi pekertinya, beliau tdk terlalu jangkung & tdk pula terlalu pendek.” (HR. Al-Bukhari), “Rasulullah saw memiliki dada yg bidang & lebar, beliau memiliki rambut yg terurai sampai ke cuping telinga, saya pernah menyaksikan beliau mengenakan pakaian berwarna merah, belum pernah saya melihat sesuatu yg lebih indah drpd itu" (HR. Al-Bukhari) Abu Ishaq As-Sabi’i berkata: “Seseorg pernah bertanya kpd Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallah ‘anhu: “Apakah wajah Rasulullah lancip seperti sebilah pedang?” ia menjawab: “Tdk, bahkan bulat bagaikan rembulan!” (HR. Al-Bukhari) Anas bin Malik radhiyallah ‘anhu mengungkapkan, “Belum pernah tanganku menyentuh kain sutra yg lebih lembut drpd telapak tangan Rasulullah saw. & belum pernah aku mencium wewangian yg lebih harum drpd aroma Rasulullah saw” (Muttafaq ‘alaih), di antara sifat beliau adalah “pemalu”, sampai-sampai Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallah ‘anhu mengatakan, “Rasulullah itu lebih pemalu drpd gadis dalam pingitan. Jika beliau tdk menyukai sesuatu, niscaya kami dapat mengetahui ketidak sukaan beliau itu dari wajahnya.” (HR. Al-Bukhari), "SubhanAllah, Allahumma sholli wa sallim alaihi Salam cinta & rindu kami u Rasulullah...aamiin".




Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. Tanda yg tampak terlihat pertama seorg mu'min setelah ucapan salamnya adalah murah senyum, Rasulullah bersabda, "Senyummu pada saudaramu sedekah", "Jangan sekali-kali kalian meremehkan suatu kebaikan, meski hanya berupa keceriaan wajah ketika kalian bertemu dg kawan kalian" (HR Muslim), "Org yg bermuka masam & tidak membuat org lain gembira adalah org yg tidak memiliki nilai kebaikan disisi Allah". Sungguh senyum menghancurkan keangkuhan diri, pintu shilaturrahm, menghilangkan tegang, semua jadi santai, raut muka jadi bagus & bernilai ibadah lho...Indahkan Islam sahabatku, nah sekarang cobalah senyum pada sahabat dekatmu..SubhanAllah.




Sahabatku inilah diantara contoh2 nama bayi laki2 Islam, 1. Muhammad Asfa ilham : agar berakhlak seperti nabi Muhammad yg suci krn selalu mendapat ilham, 2. Muhammad Dhia Maula : agar berakhlak seperti nabi Muhammad yg diberi cahaya kemuliaan, 3. Muhammad Awliya Lutfan : agar berakhlak seperti nabi Muhammad yg menjadi kekasih Allah dg kelembutan akhlak. "Semoga Allah tunjukkan nama2 yg terbaik u anak2 kita krn nama itu bukan saja panggilan, identitas muslim, pertanggungjawaban di akhirat tetapi sebuah DOA stp dipanggil...aamiin".




SubhanAllah sahabatku, nama itu adalah doa, stp disebut menjadi doa, ciri muslim, & ortu bertanggungjawab ttg pemberian nama, inilah diantara contoh nama2 Islam u perempuan,
1. Abida Jinan = ahli ibadah calon penghuni syurga
2. Afia Najah = wanita yg sehat,bermanfaat&sukses
3. Amila Husnah : wanita pekerja dgn kemuliaan akhlak
4. Athifa Urfa : lembut krn mngenal Allah
5. Adiba Hudaya : wanita beradab krn meraih hidayah Allah
6. Adila Amnan : wanita yg menegakkan keadilan u kedamaian
7. Akifa Thoa : putri yg berketetapan dlm taat
8. Amani Ilham : wanita yg cita citanya berdasarkan ilham Allah
9. Amira Hanan : ratu yg sangat lembut
10. Arifa Hubba : wanita makrifat yg merindukan cinta Allah.





Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.
Sahabatku, sikap perbuatan & bicara seseorang tergantung cara pandang org itu, & cara pandang org itu tergantung apa isi hatinya, kalau isinya baik, cara pandangnya baik & bicaranya baik & sikapnyapun baik, seperti hamba ALLAH yg bertaqwa selalu bicara baik, jujur, santun, tegas, pandai, rendah hati & istiqomah (QS 4:9), bandingkan dg org yg hatinya buruk, pikirannya buruk sangka, mulutnya mudah dusta & caci maki, sikapnya angkuh. Krn itu sahabatku, isilah hati dg "ARROJA" RASA RINDU kpd ALLAH & SYURGANYA & "ALKHOUF" RASA TAKUT .kpd ALLAH & NERAKANYA, buahnya kesenangan ibadah, semangat amal sholeh & kemulian akhlak, SUBHANALLAH.





Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. Sahabatku fillah, sungguh Allah & RasulNya sangat memuliakan seorang hamba yg SEMANGAT BEKERJA MENCARI RIZKI YG HALAL. "Carilah karunia Allah di muka bumi & teruslah berzikir yg byk kpd Allah niscaya akan "tuflihuun" sukses dunia akhirat" (QS 62 : 10). Hukum bekerja wajib, orang tdk akan hina krn pekerjaan tetapi hina krn tdk mau kerja. Seorang directur & tukang sampah punya kedudukan yg sama mulia dihadapan Allah, selama mereka bekerja mencari rizki yg halal krn Allah. Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah menyukai seorang hamba yg "almuhtarif" semangat berkarya & terampil. Brg siapa bersusah payah mencari nafkah u klrgnya, maka ia serupa dg mujahid di jalan Allah (HR Ahmad). SubhanAllah sungguh mulianya hamba yg bekerja itu sahabatku, selamat bekerja meraih rizki yg penuh dg berkah Allah, insya Allah...aamiin.




Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu. RASULULLAH bersabda, "Brg siapa menjaga tahajjud dg sungguh2, mk ALLAH memberinya 9 KEMULIAAN, 5 didunia & 4 diakhirat. Di dunia, 1. ALLAH jauhkan dari bencana ,2. Tanda kesholehan memancar diwajahnya, 3. Akan dicintai hamba ALLAH yg sholeh pula & disegani mns, 4. Bicaranya jadi hikmah, 5. Mudah faham Agama ALLAH. Di akhirat, 1. Bangkit dg wajah penuh cahaya, 2. Mudah saat hisab, 3. Sprt kilat menyambar melewati shirot, 4. Menerima catatan amal dari sebelah kanan. SUBHANALLAH, "Allahumma semoga Allah ilhamkan kpd kita & keluarga kita kesenagan & kekhusyuan sholat malam...aamiin"




Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. Dibacakan ayat disisi Rasulullah, "Wahai sekalian mns makanlah oleh kalian apa2 yg ada dimuka bumi secara halal lagi baik". Lalu Sa'ad bin Abi Waqqash berdiri seraya berkata, "Ya Rasulullah doakan aku agar ALLAH menjadikan aku sbg hamba yg dikabulkan doa". Maka nabi Muhammad bersabda kpdnya, "Wahai Sa'ad makanlah yg halal (baik zatnya atau cara), niscaya doa2nya diijabah ALLAH". "Demi Dzat yg jiwa Nabi Muhammad berada dlm genggaman kuasaNYA, seorg hamba apabila ia memasukkan sesuap barang haram dlm mulutnya, maka amal ibadahnya tdk akan diterima selama 40 hari, & siapa saja seorg hamba yg tumbuh dagingnya dari barang yg haram, maka nerakalah yg lebih pantas jadi tempat tinggalnya" (HR Thabarani). So rizki & makanan yg halal membuat ALLAH RIDHO u mengijabah doa2 kita & hidup selalu dlm berkah ALLAH, sebaliknya yg haram walau sesuap membuat doa & semua amal ibadah tidak berkah dunia akhirat. Inilah jawaban mengapa doa & hidup kita tidak berkah, "Allahumma ya Allah berkahi kami dg rizki & makanan yg halal...aamiin".




Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.
"Al khidmah mahmuudah" pelayanan yg sgt mulia mengundang Pertolomgan Allah", 1. Khidmat u Allah, Jihad & dakwah di jalan Allah, 2. Khidmat u Rasulullah, menghidupkan sunnahnya, 3. khidmat u ulama, memuliakannya, tentu ulama yg istiqomah yg ucapannya selaras dg amalnya, 4. Khidmat u orang tua, berbhakti padanya, jangan membuat keduanya susah, 5, khidmat klrg, mencari rizki yg halal, menyayang istri, melayani suami & mendidik anak2, 6. Khidmat u umat, mengasuh yatim, sibuk dlm aktifitas sosial dsb, 7. Khidmat u dirinya dg sungguh2 bertaqwa, jangan sampai tubuhnya dikotori dg perbuatan ma'siyat. Inilah pelayanan yg penuh dg berkah pertolongan Allah, selamat berkhidmat sahabatku fillah.

Jumat, 02 Maret 2012

Hadits Pilihan


Hadits Pilihan hari ini aku copas dari muslimlife.com
1. Ridha Allah Tergantung Orang Tua


(Ridhar-Rabb fii ridhal waalidain wa sakhathuhu fii sakhathihimaa)
Ridha Tuhan tergantung ridha kedua orang tuanya dan murka Tuhan tergantung murka keduanya (HR. Thabrani).
Penjelasan :
Hadits di atas menjelaskan pada seorang anak agar patuh dan tundk pada perintah orang tua. Sebagai seorang anak, kita tidak boleh membuat orang tua menjadi marah dan sakit hati. Hal ini sesuai dengan anjuran Allah SWT dalam firman-Nya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua…” (QS. An-Nisa’ [4]: 36).
Orang tua adalah manusia yang membesarkan dan mendidik anak sejak masih dalam kandungan seorang ibu sehingga dewasa. Orang tua lah yang mendidik kita dengan penuh kasih sayang dan tanpa meminta balasan apapun. Balasan seorang anak yang paling membuat bahagia orang tua adalah mendoakan kedua orang tua dan berbuat baik pada keduanya, meskipun keduanya sudah tua renta.
2. Berbakti pada Orang Tua


(‘An Abdullah qaala, sa’altun Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam: “Ayyul ‘amal ahabbu ilallaahi?” Qaala: “Ash-shalaatu ‘alaa waqtihaa”. Qaala: “Tsumma ayyun?” Qaala: “Birrul waalidain”. Qaala: “Tsumma ayyun?” Qaala: “Al-Jihaadu fii sabiilillaahi”. Qaala: “Haddatsanii bihinna, walaw istadadtu lazaadanii)
Abdullah (bin Mas’ud) RA berkata: “Saya bertanya pada Rasulullah SAW, “Amal perbuatan apa yang paling dicintai oleh Allah?” Rasulullah SAW menjawab, “Shalat tepat pada waktunya”. Lalu Abdullah bertanya lagi, “Lalu apa lagi?”. Rasulullah SAW menjawab, “Berbakti pada kedua orang tua”. Lalu Abdullah bertanya lagi, “Lalu apa lagi?”. Rasulullah SAW menjawab, “Jihad di jalan Allah”. Abdullah kemudian berkata, “Rasulullah SAW menceritakan padaku tentang hal-hal tersebut. Andai aku bertanya lagi, niscaya beliau akan menambahkannya lagi padaku” (HR Bukhari).
Penjelasan :
Hadits di atas menjelaskan bahwa setidaknya ada 3 amal perbuatan yang paling dicintai Allah SWT: 1) shalat (beribadah) tepat pada waktunya; 2) berbakti pada orang tua; dan 3) jihad di jalan Allah SWT.
Shalat tepat pada waktunya berarti kita harus menyiapkan diri untuk beribadah (shalat) pada Allah SWT. Jika suara adzan sudah berkomandang, maka kita harus bersiap diri untuk melaksanakan shalat. Tepat waktu juga berarti shalat kita tidak boleh ditunda-tunda sehingga waktu shalat hampir habis, karena hal ini menunjukkan kita tidak atau kurang taat padda perintah Allah SWT.
Berbakti pada kedua orang tua juga termasuk salah satu amal perbuatan yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Dalam sebuah ayat Al-Qur’an disebutkan: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu agar jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “cih” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (QS Al-Isra’ [17]: 23).
Sedangkan jihad di jalan Allah SWT juga termassuk salah satu amal perbuatan yang paling dicintai Allah SWT. Maksud jihad di sini memiliki beberapa pengertian: 1) dalam arti perang, terutama jika kita sebagai umat Islam diserang oleh kelompok lain; 2) jihad ilmu pengetahuan, yaitu dengan cara rajin belajar sambil berdoa sebagai bagian dari ibadah kita pada Allah SWT; dan 3) berbuat amal perbuatan yang bisa berguna bagi diri sendiri, orang lain, dan masyarakat luas.
3. Ikhlas Beramal

(‘An Anas bin Malik RA qaala: “Qaala Rasulullah SAW, “Man faaraqad-dunyaa ‘alal-ikhlash lillaahi wahdahu wa ‘ibaadatihi laa syariika lahu wa iqaamish-shalaati wa iitaa’iz-zakaati maata wallaahu ‘anhu raadhin)
Anas bin Malik RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang berpisah dengan dunia (meninggal dunia) dalam keadaan ikhlas beribadah karena Allah dengan tidak berbuat syirik pada-Nya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, maka Allah SWT telah meridhai orang tersebut” (HR Ibnu Majah).
Penjelasan :
Ikhlas secara bahasa berarti “murni”. Dalam konteks ibadah, ikhlas berarti melakukan amal perbuatan semata-mata hanya untuk beribadah dan mencari ridha Allah SWT.
Orang yang beramal dengan ikhlas akan mendapatkan ketenangan dalam hidupnya, karena dia tidak memiliki niat dan tujuan yang negatif. Orang yang beramal dengan ikhlas akan mendapatkan ridha Allah SWT dan Rasul-Nya serta akan mendapat penghormataan yang positif dari masyarakat.
Orang yang senantiasa menjaga dan memelihara keikhlasan dalam setiap amal perbuatannya, akan mendapatkan manis dan indahnya iman dan ketakwaan dalam dirinya.
4. Rendah Hati

(‘An Abi Hurairah RA ‘an Rasulullah SAW qaala: “Maa naqashat shadaqatun min maalin wa maa zaadallaahu ‘abdan bi’afwin illaa ‘izzan wa maa tawaadha’a ahadun lillaahi illaa rafa’ahullaahu).
Abu Hurairah RAA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan berkurang harta seseorang dengan bershadaqah, tidak akan bertambah maaf dari Allah pada seorang hamba kecuali kemuliaan, dan tidak ada sikap rendah hati seseorang pada Allah kecuali akan ditinggikan derajatnya” (HR Muslim).
Penjelasan :
Rendah hati artinya sikap untuk selalu tidak menonjolkan diri sendiri di hadapan orang lain. Rendah hati juga berarti sikap tidak sombong dan congkak, baik pada diri sendiri maupun orang lain.
Sikap rendah hati tidak sama dengan rendah diri. Di dalam rendah hati terdapat sikap optimis dan percaya diri serta bersikap positif (berbaik sangka). Sedangkan rendah hati berkaitan dengan sikap dan mental yang minder, pesimis, dan tidak percaya pada kemampuan diri sendiri.
Di dalam hadits di atas disebutkan bahwa seorang hamba yang rendah hati justru akan ditinggikan (derajatnya) oleh Allah SWT. Hal ini berarti bahwa rendah hati berkaitan dengan sikap santun dan tidak sombong, baik di hadapan Allah SWT maupun pada sesama manusia.
5. Hidup Bersih

(‘An Abii Maalik RA qaala, qaala Rasulullah SAW: “Ath-thahuur syathrul iimaan, wal hamdu lillaahi tamla’ul miizaan wa subhaanallaah walhamdu lillaah tamla’aani aw tamla’u maa bainas-samaawaati wal ardhi wash-shalaatu nuurun wash-shadaqatu burhaanun wash-shabru dhiyaa’un wal qur’aanu hujjatun laka aw ‘alaika, kullun-naasi yaghduu fabaayi’un nafsahu famu’tiquhaa aw muubiquhaa)
Abu Malik Al-Asy’ari meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Kesucian (kebersihan) itu adalah separoh dari iman, kalimat “alhamdulillaah” mampu mengisi (memberatkan) timbangan amal, kalimat “subhaanallaah” dan “alhamdulillaah” mampu mengisi (sebanding) dengan seluruh isi yang ada di langit dan bumi, shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti (kedermawanan dan ketaatan), shabar adalah sinar, dan Al-Qur’an adalah hujjah (argumentasi) yang menguatkan atau melemahkan dirimu. Setiap orang berangkat (menyiapkan dirinya), baik mengekang jiwanya atau memerdekakannya” (HR Bukhari).
Penjelasan :
Kata “thahuur” artinya bersih atau suci. Sebagian ulama menyamakan antara kata thahuur dan “nazhafah”, karena keduanya berhubungan dengan kebersihan badan (fisik) dan rohani (mental-spiritual). Dalam suatu khabar terkenal (sebagian menyebutkan hadits) disebutkan: “An-nazhaafatu minal iimaan” (artinya: “Kebersihan adalah bagian dari iman”).
Berdasarkan pada hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa kata “bersih” mengandung dua arti: bersih secara fisik dan bersih secara rohani. Bersih secara fisik berarti menjaga kebersihan fisik kita, seperti: anggota badan, rumah tinggil, lingkungan sekitar, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia fisik. Sedangkan bersih secara rohani berarti menjaga dan memelihara keyakinan (iman), pikiran, dan sikap kita dari unsur-unsur yang bisa merusak keimanan kita, seperti syirik, dengki, sombong, durhaka, dan lainnya.
Islam adalah agama yang sangat menganjurkan agar umatnya hidup bersih. Misalnya berwudhu sebagai anjuran yang wajib dilakukan oleh setiap umat Islam, minimal ketika hendak melaksanakan shalat 5 waktu. Ini berarti umat Islam paling sedikit menjaga kebersihan anggota badannya (di bagian anggota wudhu) minimal 5 kali sehari, seperti wajah, telinga, tangan, kaki, dan sekitarnya. Berwudhu adalah simbol kebersihan secara fisik dan rohani.
Salah satu tabi’in besar bernama Sa’id bin Al-Musayyab berkata :

“Sesungguhnya Allah itu Maha Bagus (Baik), mencintai yang baik, dan sesungguhnya Allah itu Maha Bersih, mencintai yang bersih”.
Orang yang menjaga kebersihannya berarti juga menjaga kualitas imannya. Orang yang hidup kotor dan jorok, mencerminkan perilaku orang tersebut kotor dan menjijikkan, juga menunjukkan tidak cinta pada kebersihan fisiknya. Orang yang mencuri atau melakukan tindakan korupsi, juga dianggap sebagai orang yang tidak bersih dan telah mengotori imannya yang telah diyakininya pada Allah SWT dan Rasul-Nya.
6. Istiqamah (Disiplin)

(‘An Sufyan bin Abdullah Ats-Tsaqafi RAA qaala: “Qultu, yaa Rasuulallaah, qul lii fil Islam qawlan laa as’al ‘anhu ahadan ghairaka”. Qaala Abuu Mu’aawiyah ba’daka”. Qaala: “Aamantu billaahi tsumma-staqim”)
Sufyan bin Abdullah Ats-Tsaqafi RA berkata: “Wahai Rasulullah, katakanlah padaku tentang Islam di mana saya tidak perlu bertanya lagi pada orang selain engkau!”. Rasulullah SAW menjawab: “Katakanlah, ‘Aku beriman pada Allah, lalu istiqamahlah engkau dengan ucapanmu itu!” (HR Ahmad).
Penjelasan :
Kata “istiqamah” jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kira-kira sama artinya dengan “disiplin” atau “konsisten”. Istiqamah atau disiplin berarti melaksanakan berbagai kegiatan atau perbuatan secara terus-menerus dan berkelanjutan.
Berkaitan dengan istiqamah, di dalam Al-Qur’an disebutkan sebagai berikut :

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: “Tuhan kami adalah Allah”, kemudian mereka beristiqamah [atas perkataannya itu], maka tidak ada kekhawatiran dan kesedihan bagi mereka” (QS Al-Ahqaf [46]: 13).
Ayat di atas mengaitkan antara sikap istiqamah dengan rasa tenang yang terbebas dari kekhawatiran dan kesedihan karena senantiasa menyandarkan setiap amal perbuatannya pada Allah SWT.
Orang yang istiqamah berarti memiliki keteguhan dan ketetapan hati untuk selalu menekuni kegiatan atau amal perbuatan yang dia lakukan. Istiqamah menjai salah satu kunci sukses setiap orang dalam mencapai dan mewujudkan cita-citanya.
7. Jujur

(‘An Abdullah RA ‘anin-nabiy shallalaahu ‘alaihi wa sallam qaala: “Innash-shidqa yahdii ilal birri wa innal birri yahdii ilal jannah wa innar-rajula layashduqu hattaa yakuuna shiddiiqan wa innal kadziba yahdii ilal fujuuri wa innal fujuura yahdii ilan-naari wa innar-rajula layakdzibu hattaa yuktaba ‘indallaahi kadzdzaaban).
Abdullah (bin Mas’ud) RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya kebenaran itu membawa kebaikan, dan kebaikan itu membawa ke surga. Seseorang yang membiasakan dirinya berkata benar (jujur) akan tercatat di sisi Allah sebutan “shiddiq” (jujur). Dan sesungguhnya dusta itu membawa kepada maksiat, sedang maksiat membawa ke neraka. Seseorang yang membiasakan diri berdusta akan tercatat di sisi Allah sebutan “kadzdzab” (pendusta)” (HR. Bukhari dan Muslim).
Penjelasan :
Jujur adalah salah satu sifat terpuji yang harus dimiliki oleh setiap umat manusia. Seseorang yang bersikap jujur (baik dalam perkataan maupun perbuatan).
Dalam hadits itu dijelaskan bahwa sikap jujur akan menuntutn seseorang pada kebaikan dan surga. Hal ini berarti bahwa kejujuran merupakan salah satu akhlak mulia yang harus tertanam pada setiap manusia. Sebaliknya, sikap bohong (dusta) akan menjerumuskan seseorang pada maksiat dan neraka.
Orang yang bersikap jujur akan mendapat pujian dari Allah SWT, Rasul-Nya, dan masyarakat. Kejujuran menunjukkan bahwa seseorang berpegang teguh pada kebenaran dan kebaikan yang akan membawa akibat yang baik dan berguna bagi kehidupan dirinya dan orang banyak.
8. Saling Menolong

(‘An Abii Muusaa RA ‘anin-nabii shallallaahu ‘alaihi wassallam, qaala: “Innal mu’min lil muk’min kal bunyaan yasyuddu ba’dhuhuu ba’dhan wa syabbaka ashaabi’ahu).
Abu Musa (Abdullah bin Qaish) RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang mukmin terhadap orang mukmin lainnya seperti bangunan yang satu menguatkan (bangunan) yang lain”. Rasulullah SAW lalu menunjukkan rajutan di antara jemari tangannya (HR Bukhari dan Muslim).
Penjelasan :
Hadits di atas menjelaskan tentang hubungan antara sesama orang mukmin (beriman) yang harus saling menolong sehingga umat Islam menjadi kokoh seperti sebuah bangunan.
Ibarat bangunan yang akan menjadi kokoh jika masing-masing bagiannya saling menopang dan membantu bagian yang lain.
Tolong-menolong tentu harus dilakukan atas dasar kebaikan dan takwa, bukan atas dasar dosa dan permusuhan. Dalam sebuah ayat disebutkan :

“… dan tolong-menolonglah kamu atas dasar kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong atas dasar dosa dan permusuhan” (QS Al-Maidah [5]: 2).
Jika ada orang lain (tetangga, teman, atau famili) yang mengalami kesusahan dan kesulitan, selayaknya kita membantu mereka, jika kita mampu menolong mereka.
Menolong orang lain adalah salah satu sifat luhur yang harus selalu kita jagan dan pelihara agar mendapat kasih sayang dan ridha Allah SWT dan Rasul-Nya serta umat manusia.
9. Menghormati Tetangga

(‘An Abi Syuraih Al-‘Adawiy RA qaala: “Sami’at udzunaaya wa absharat ‘ainaaya hiina takallaman-nabiy shallallaahu ‘alaihi wa sallama, faqaala, “Man kaana yu’minu billaahi wal yawmil aakhiri falyukrim jaarahu wa man kaana yu’minu billaahi wal yawmil aakhiri falyukrim dhaifahu jaa’izatahu”. Qaala: “Wa maa jaa’izatuhu yaa Rasuulallaah?” Qaala, “Yawmun wa lailatun waddh-dhiyaafah tsalaatsatu ayyaam, fa maa kaana waraa’a dzaalika fahuwa shadaqatun ‘alaihi wa man kaana yu’minu billaahi wal yawmil aakhiri falyaqul khairan au liyashmut)
Abu Syuraih RA menceritakan bahwa dirinya telah mendengar dan melihat langsung Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang beriman pada Allah dan Hari Akhir, maka hormatilah tetanggamu, dan siapa yang beriman pada Allah dan Hari Akhir, maka hormatilah tamumu, yaitu kunjungannya”. Abu Syuraih RA berkata: “Apa maksud kunjungan itu, wahai Rasulullah SAW?”. Beliau menjawab: “Maksud kunjungan adalah selama tamu menetap di rumahmu selama sehari-semalam, dan waktu bertamu itu maksimal 3 hari, sedangkan lewat dari 3 hari, maka itu termasuk shadaqah untuk tamu tersebut. Dan siapa yang beriman pada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah berkata yang baik atau hendaklah diam saja” (HR Bukhari dan Muslim).
Penjelasan :
Hadits di atas menjelaskan bahwa salah satu kriteria kesempurnaan iman seseorang adalah menghargai atau menghormati tetangganya.
Tetangga adalah satu-satunya orang yang tinggal berdekatan dengan rumah kita. Setiap orang memerlukan tetangga karena para tetangga adalah orang-orang yang sering bertemu dan bekerja sama dengan kita dalam kehidupan sehari-hari.
Menghormati tetangga berarti membangun hubungan yang baik dan harmonis dengan tetangga, seperti: tegur-sapa, membantu tetangga yang kesusahan, dan sebagainya.
10. Menghormati Tamu

(‘An Abi Syuraih Al-‘Adawiy RA qaala: “Sami’at udzunaaya wa absharat ‘ainaaya hiina takallaman-nabiy shallallaahu ‘alaihi wa sallama, faqaala, “Man kaana yu’minu billaahi wal yawmil aakhiri falyukrim jaarahu wa man kaana yu’minu billaahi wal yawmil aakhiri falyukrim dhaifahu jaa’izatahu”. Qaala: “Wa maa jaa’izatuhu yaa Rasuulallaah?” Qaala, “Yawmun wa lailatun waddh-dhiyaafah tsalaatsatu ayyaam, fa maa kaana waraa’a dzaalika fahuwa shadaqatun ‘alaihi wa man kaana yu’minu billaahi wal yawmil aakhiri falyaqul khairan au liyashmut)
Abu Syuraih RA menceritakan bahwa dirinya telah mendengar dan melihat langsung Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang beriman pada Allah dan Hari Akhir, maka hormatilah tetanggamu, dan siapa yang beriman pada Allah dan Hari Akhir, maka hormatilah tamumu, yaitu kunjungannya”. Abu Syuraih RA berkata: “Apa maksud kunjungan itu, wahai Rasulullah SAW?”. Beliau menjawab: “Maksud kunjungan adalah selama tamu menetap di rumahmu selama sehari-semalam, dan waktu bertamu itu maksimal 3 hari, sedangkan lewat dari 3 hari, maka itu termasuk shadaqah untuk tamu tersebut. Dan siapa yang beriman pada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah berkata yang baik atau hendaklah diam saja” (HR Bukhari dan Muslim).
Penjelasan :
Hadits di atas menjelakan bahwa salah satu kriteria kesempurnaan iman seseorang adalah menghargai atau menghormati tamu.
Menghormati tamu berarti menunjukkan sikap santun dan sopan pada seorang tamu, terutama jika mereka sedang berkunjung ke rumah kita.
Dalam hadits di atas Rasulullah SAW memberi batasan bahwa waktu kunjungan maksimal 3 hari, dan lumrahnya sehari semalam. Jika kita sebagai tuan rumah masih mengizinkan sang tamu melebihi 3 hari, berarti itu adalah shadaqah (dalam arti kebaikan tambahan) yang kita tunjukkan pada tamu tersebut.
11. Silaturahim

(Man sarrahu ay-yubsatha lahu fii rizqihi wa yunsya’a lahu fii atsarihi falyashil rahimah)
“Siapa yang ingin diperluas rezekinya dan dilamakan jejak kebaikannya, maka hendaklah bersilaturahim” (Syaikh Al-Albani dalam kitab hadits Shahih Al-Jami’).
Penjelasan :
Silaturahim berasal dari dua kata bahasa Arab: “shilah” (artinya: menyambung) dan “rahim” (artinya: rahim [ibu], kasih sayang). Secara istilah, silaturahim berarti mengadakan hubungan kekerabatan dan ikatan kasih sayang atas dasar kebaikan. Hubungan atas dasar kebaikan dan kasih sayang itu tidak hanya di antara famili dan kerabat yang memiliki hubungan keturunan, melainkan dengan setiap orang.
Silaturahim juga merupakan bagian dari sifat mulia yang harus dipelihara oleh seetiap umat Islam. Rasulullah SAW termasuk teladan yang sangat gemar melakukan ubungan silaturahim, baik dengan kerabat maupun dengan para sahabatnya. Bahkan, para musuh dari kafir Quraisy pun mengakui akan kebaikan dan kesenangan Rasulullah SAW dalam bersilaturahim.
Dengan bersilaturahim, teman kita akan bertambah, rezeki kita akan semakin terbuka, dan jaringan kerja sama dan perkenalan dengan orang lain semakin luas. Hadits di atas juga memiliki pengertian bahwa salah satu cara agar kebaikan seseorang tetap dikenang oleh orang lain atau generasi berikutnya, maka hendaklah bersilaturahim.
12. Menepati Janji

(‘An ‘Adiy qaala, qaala Rasulullah SAW: “Idzaa halafa ahadukum ‘alal yamiin fara’aa khairan minha, falyukaffirha walya’tilladzii huwa khairun)
‘Adiy bin Hatim bin Abdullah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang bersumpah (berjanji) atas sesuatu, lalu dia melihat bahwa ada hal lain yang lebih baik dari yang dijanjikannya, maka hendaklah dia membayar denda atas janjinya itu dan melaksanakan sesuatu (perbuatan) lain yang dianggapnya lebih baik” (HR Muslim).
Penjelasan :
Dalam Islam, sumpah atau janji hanya untuk kebaikan dan kemaslahatan bagi orang tersebut atau orang lain. Hadits di atas menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan seseorang untuk membayar denda serta membatalkan janjinya tersebut.
Janji juga didasarkan pada niat orang yang berjanji tersebut, seperti disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW berikut :

Abu Hurairah RA meriwaytkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya sumpah itu tergantung pada niat orang yang bersumpah” (HR Ibnu Majah).
Dalam sebuah “mau’izhah hasanah” (nasehat bijak) terkenal disebutkan :

“Janji itu (seperti) utang”.
Nasehat bijak itu memberi pelajaran berharga bagi kita agar menepati janji jika kita sudah berjanji, terutama jika janji itu berkaitan dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat. Sedangkan jika sumpah atau janji yang berkaitan dengan hal yang buruk dan berbahaya, maka sebaiknya tidak dilaksanakan, seperti anjuran Rasulullah SAW dalam hadits di atas.
13. Menjenguk Orang Sakit

(‘An Abi Hurairah RA qaala: “Sami’tu Rasulallah SAW yaquulu, “Haqqul muslim ‘alal muslim khamsun: raddus salaam wa ‘iyaaddatul mariidh wat-tibaa’ul janaa’iz wa ijaabatud da’wah wa tasymiitul ‘aathis).
Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa dirinya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada 5 macam:
1) menjawab salam;
2) menjenguk orang sakit;
3) mengantarkan jenazah;
4) memenuhi undangan; dan
5) mendoakan orang yang bersin” (HR Bukhari).
Penjelasan :
Hadits di atas menganjurkan pada setiap muslim agar memenuhi hak-haknya. Di antara hak itu adalah menjenguk orang yang sedang sakit.
Menjenguk orang yang sedang sakit merupakan salah satu sikap dan akhlak yang mulia. Orang yang sakit akan merasa terhibur dan senang jika dikunjungi oleh orang lain. Apalagi kunjungan itu didasarkan pada niat yang ikhlas.
Jika orang yang sakit dikunjungi oleh sanak famili, kerabat, saudara, teman-teman, hatinya akan merasa senang dan tentram. Hal itu akan mengurangi rasa sakit yang dideritanya dan akan menambah kepercayaan dirinya untuk tabah dan sabar dalam menghadapi ujian dari Allah SWT.

Selasa, 14 Februari 2012

Valentine Day itu apa sih?

Assalamu'alaikum wr.wb

Kawan kawanku sekalian yang sangat aku cintai, hari ini, Selasa 14 Februari 2012 untuk pertama kalinya di bulan ini aku mau nulis lagi. Kali ini kita akan membahas mengenai valentine day atau hari valentine atau hari kasih sayang...

Sebenarnya sampai sekarang aku juga bingung apa itu hari kasih sayang yang selama ini digembor gemborkan orang setiap tanggal 14 Februari, dimana saja.. Di Mall, di sekolah, di kampus, dimana saja.. Paradigma sekarang yang banyak kita temui, banyak sekali pada hari ini, sepasang manusia mengungkapkan perasaan cintanya kepada lawan jenis salah satunya melalui coklat. Mereka bahagia, terlihat gembira.. tak peduli dari latar belakang apapun, termasuk Agama..

Sebenarnya aku adalah orang yang kontra terhadap kebiasaan ini, kebiasaan orang yang tidak mengetahui asal muasal hari valentine ini... Semenjak dulu sampai sekarang Alhamdulillah aku belum pernah merayakan hari ini, apalagi setelah aku tahu hari apakah ini..

Menurut berbagai sumber yang aku rangkum, begini ceritanya,..................

Bila kita lihat ke belakang, Pada tanggal 14 Februari ini,Valentine yang merupakan seorang martir atau santo (orang suci) dibunuh karena pertentangannya dengan raja Claudius II. Untuk mengagungkan kematiannya, para pengikutnya kemudian memperingati kematian St. Valentine dengan "upacara keagamaan". Tapi setelah berabad-abad, upacara tersebut mulai menghilang, dan untuk menjaga agar tetap berlangsung, hari tersebut digabungkan dengan hari kasih sayang bangsa romawi "supercalis" pada tanggal 15 Februari. Ditambah lagi adanya persamaan antara Valentine dengan Galentine pada bahasa Perancis Normandia yang berarti galant atau cinta.
"The Encyclopedia Britania, Vol. 12 Sub judul : Christianity, menuliskan : “Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada tahun 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang meninggal pada tanggal 14 Februari.”

Selain itu, sebenarnya ada cerita yang lebih menyedihkan di tanggal 14 Februari ini, karena sesungguhnya, tanggal 14 Februari 1492 merupakan tanggal runtuhnya kerajaan Islam di Andalusia Spanyol. Pada hari itu pendeta mengumumkan bahwa hari itu adalah hari kasih sayang karena pada tanggal itu, kerajaan Islam di Andalusia berhasil diruntuhkan.. Banyak umat muslim yang diusir dari negerinya, banyak dipaksa untuk pindah agama atau jika tidak akan dibunuh..

Maka sudah selayaknya bagiku dan mungkin kawan kawan untuk seyogyanya tidak merayakan hari ini, karena mengandung latar belakang yang memilukan.. hehehe, NB: aku nulis ini gak karena ngiri sama yang pada ngerayain lho yaaa, xixixixi 
\(*^▽^*)/ 

Terima kasih sudah berkenan untuk membaca blog saya, apabila terdapat kata kata yang kurang berkenan, saya mohon maaf.

Wassalamu'alaikum wr.wb 
^( '‿' )^ 

Sumber dan sebagai Referensi lebih lanjut, yang lebih lengkap:  
  1. http://islamic-center.or.id/khasanah/sharing-peradaban/dunia-jurnalistik-islam/316-runtuhnya-kejayaan-islam-di-andalusia.html
  2. http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/valentineday.htm
  3. http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Valentine
  4. http://mymoen.wordpress.com/2010/02/12/sejarah-valentine-day-dan-hukum-merayakannya-dalam-islam/
  5. http://lintasfacebook.blogspot.com/2011/02/sejarah-hari-velentine-wajib-anda.html