Apabila suatu saat dipertanyakan kepadaku, di bulan september nanti, tentang apa yang aku ketahui perihal suatu itu, mungkin aku akan menjawab seperti demikian.
Di sini, kami dipertemukan, di sini pula kami dipersaudarakan, layaknya sebuah keluarga kecil, sebuah keluarga baru. Mereka mengajarkanku tentang sesuatu, yang mungkin tak pernah aku temui sebelumnya. Di sini, kutemui berbagai macam sifat, berbagai macam karakter.
Ada yang selalu lugas dan tegas dalam setiap pilihannya serta berani dalam tindakannya. Ada yang pendiam namun setiap katanya mengandung makna. Ada yang jujur dalam mengutarakan apa yang ada dalam benaknya. Ada yang rajin dalam menyelesaikan tugas tugasnya walaupun terkadang bosan juga karenanya. Ada yang penurut, rajin, namun seringkali ceroboh dan tidak hormat. Ada yang seperti anak anak, namun tindakannya lebih dewasa dari aku. Ada yang kata katanya tak memihak, terkadang marah, dan seringkali menjadi penengah diantara kami yang sedang bertikai. Dan diantara semua itu, ada seseorang yang rajin, baik peringainya, terkadang manja, penuh hormat sehingga akupun hormat kepadanya, walaupun terkadang juga jutek.
Dan dia pula yang telah mengajariku untuk tetap optimis dengan caranya sendiri disaat orang lain mengatakan hal yang tidak mungkin. Dialah orang yang terakhir, yang terbaik.
Dan apabila ada yang menanyakan siapa saja mereka, siapa yang terakhir?
Jawabku, Biar saja saya yang tau siapa mereka, siapa yang awal dan siapa yang terakhir. Kami semua sama, punya berbagai sifat. Keluarga.. yang saling melengkapi.
Itulah jawabku...
terimakasih,
Minggu, 21 Juli 2013
Sabtu, 22 Juni 2013
Soe Hok Gie - Catatan Seorang Demonstran
Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah
Ada orang yang menghabiskan waktunya untuk berjudi di Miraza
Tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku
Bicara tentang anjing anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga bunga di lembah mandalawangi
Ada serdadu serdadu Amerika yang mati kena bom di danau
Ada bayi bayi yang mati lapar di Biafra
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya tanya
Tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tau
Mari sini sayangku,
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung
Kita tak pernah menanamkan apa apa, kita tak kan pernah kehilangkan apa apa
- Catatan Seorang Demonstran halaman 433-434
Ada orang yang menghabiskan waktunya untuk berjudi di Miraza
Tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku
Bicara tentang anjing anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga bunga di lembah mandalawangi
Ada serdadu serdadu Amerika yang mati kena bom di danau
Ada bayi bayi yang mati lapar di Biafra
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya tanya
Tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tau
Mari sini sayangku,
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung
Kita tak pernah menanamkan apa apa, kita tak kan pernah kehilangkan apa apa
- Catatan Seorang Demonstran halaman 433-434
Senin, 17 Juni 2013
pagi 17 Juni 2013
entah kenapa malam ini rasanya berbeda
rasa dingin menyelimutiku
ujung kaki hingga kepala rasa membeku
ditambah pikiran tentang sesuatu
dan entah kenapa saya sedikit melankolis malam ini
rintik rintik hujan dan gemuruh petir
seolah olah berubah menjadi alunan
nada nada karya wolfgang mozart
atau mungkin bethoven dengan simfoninya yang terkenal
dilanjut dengan andaian andaian tentang masa depan
yang tak jelas pasti muaranya
menahan semua perasaan disini
hingga mungkin suatu saat nanti
menjadi tumpukan gunung
atau mungkin tak terbendung
hingga jebol dan alirannya kemana mana
bagaikan aliran sungai sungai eufrat
atau mungkin juga membeku
laksana gunung gunung es di kutub utara sana
yang lama tak kunjung mencair
hingga suatu yang dahsyat menghampirinya
rasa dingin menyelimutiku
ujung kaki hingga kepala rasa membeku
ditambah pikiran tentang sesuatu
dan entah kenapa saya sedikit melankolis malam ini
rintik rintik hujan dan gemuruh petir
seolah olah berubah menjadi alunan
nada nada karya wolfgang mozart
atau mungkin bethoven dengan simfoninya yang terkenal
dilanjut dengan andaian andaian tentang masa depan
yang tak jelas pasti muaranya
menahan semua perasaan disini
hingga mungkin suatu saat nanti
menjadi tumpukan gunung
atau mungkin tak terbendung
hingga jebol dan alirannya kemana mana
bagaikan aliran sungai sungai eufrat
atau mungkin juga membeku
laksana gunung gunung es di kutub utara sana
yang lama tak kunjung mencair
hingga suatu yang dahsyat menghampirinya
Langganan:
Postingan (Atom)