Pagi pagi tiba2 nonton film batman The Dark Knight Rises, di film itu banyak sih cerita menariknya, salah satunya ya percakapan antara Bruce Wayne dan Alfred.. ya diketahui bareng2 kalo Alfred adalah pembantu setianya Bruce Wayne atau disini dikenal sebagai Batman, namun tak hanya pembantu setia, Alfred adalah salah seorang sahabat yang dimiliki oleh Batman. Di film ini dikisahkan percakapan antara Batman dan Alfred.. gini nih percakapannya
Aku menjahit luka, membetulkan tulang,
namun aku tak mau menguburmu.
A: Sudah cukup keluarga Wayne kukubur.
B: Kau akan meninggalkanku?/
A: Hanya satu akhir dari perjalananmu. Pergi, merupakan satu-satunya cara agar kau mengerti. Kau bukan lagi seorang Batman. Kau harus tempuh jalan lain. Kau pernah bilang tentang akhir, tentang hidup di luar gua yang mengerikan.
B: Alfred, Saat Rachel tewas, ia tahu kami akan hidup bersama. Itulah hidup di luar gua yang mengerikan.
Aku hanya tak bisa memulainya. Tapi...tidak bagi dia. Ia tak bisa.
A: Bagaimana bila ia bisa memulainya?
B: Dia...itu tak bisa kurubah.
A: Bagaimana jika sebelum meninggal, dia tulis sebuah surat,......yang bertuliskan ia memilih Harvey Dent dibanding dirimu? Dan bagaimana jika......agar kau tak sakit hati,......kubakar surat itu?
B: Beraninya kau manfaatkan Rachel untuk menghentikanku?
A: Kusampaikan kebenaran, Tuan Wayne. Mungkin saatnya kita berhenti menyangkal kebenaran dan membiarkannya terungkap. Aku minta maaf.
Alfrednya baik banget .__., udah sih, cuman pengen nulis itu, hahaha
Selasa, 10 September 2013
Minggu, 21 Juli 2013
Kami
Apabila suatu saat dipertanyakan kepadaku, di bulan september nanti, tentang apa yang aku ketahui perihal suatu itu, mungkin aku akan menjawab seperti demikian.
Di sini, kami dipertemukan, di sini pula kami dipersaudarakan, layaknya sebuah keluarga kecil, sebuah keluarga baru. Mereka mengajarkanku tentang sesuatu, yang mungkin tak pernah aku temui sebelumnya. Di sini, kutemui berbagai macam sifat, berbagai macam karakter.
Ada yang selalu lugas dan tegas dalam setiap pilihannya serta berani dalam tindakannya. Ada yang pendiam namun setiap katanya mengandung makna. Ada yang jujur dalam mengutarakan apa yang ada dalam benaknya. Ada yang rajin dalam menyelesaikan tugas tugasnya walaupun terkadang bosan juga karenanya. Ada yang penurut, rajin, namun seringkali ceroboh dan tidak hormat. Ada yang seperti anak anak, namun tindakannya lebih dewasa dari aku. Ada yang kata katanya tak memihak, terkadang marah, dan seringkali menjadi penengah diantara kami yang sedang bertikai. Dan diantara semua itu, ada seseorang yang rajin, baik peringainya, terkadang manja, penuh hormat sehingga akupun hormat kepadanya, walaupun terkadang juga jutek.
Dan dia pula yang telah mengajariku untuk tetap optimis dengan caranya sendiri disaat orang lain mengatakan hal yang tidak mungkin. Dialah orang yang terakhir, yang terbaik.
Dan apabila ada yang menanyakan siapa saja mereka, siapa yang terakhir?
Jawabku, Biar saja saya yang tau siapa mereka, siapa yang awal dan siapa yang terakhir. Kami semua sama, punya berbagai sifat. Keluarga.. yang saling melengkapi.
Itulah jawabku...
terimakasih,
Di sini, kami dipertemukan, di sini pula kami dipersaudarakan, layaknya sebuah keluarga kecil, sebuah keluarga baru. Mereka mengajarkanku tentang sesuatu, yang mungkin tak pernah aku temui sebelumnya. Di sini, kutemui berbagai macam sifat, berbagai macam karakter.
Ada yang selalu lugas dan tegas dalam setiap pilihannya serta berani dalam tindakannya. Ada yang pendiam namun setiap katanya mengandung makna. Ada yang jujur dalam mengutarakan apa yang ada dalam benaknya. Ada yang rajin dalam menyelesaikan tugas tugasnya walaupun terkadang bosan juga karenanya. Ada yang penurut, rajin, namun seringkali ceroboh dan tidak hormat. Ada yang seperti anak anak, namun tindakannya lebih dewasa dari aku. Ada yang kata katanya tak memihak, terkadang marah, dan seringkali menjadi penengah diantara kami yang sedang bertikai. Dan diantara semua itu, ada seseorang yang rajin, baik peringainya, terkadang manja, penuh hormat sehingga akupun hormat kepadanya, walaupun terkadang juga jutek.
Dan dia pula yang telah mengajariku untuk tetap optimis dengan caranya sendiri disaat orang lain mengatakan hal yang tidak mungkin. Dialah orang yang terakhir, yang terbaik.
Dan apabila ada yang menanyakan siapa saja mereka, siapa yang terakhir?
Jawabku, Biar saja saya yang tau siapa mereka, siapa yang awal dan siapa yang terakhir. Kami semua sama, punya berbagai sifat. Keluarga.. yang saling melengkapi.
Itulah jawabku...
terimakasih,
Sabtu, 22 Juni 2013
Soe Hok Gie - Catatan Seorang Demonstran
Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah
Ada orang yang menghabiskan waktunya untuk berjudi di Miraza
Tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku
Bicara tentang anjing anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga bunga di lembah mandalawangi
Ada serdadu serdadu Amerika yang mati kena bom di danau
Ada bayi bayi yang mati lapar di Biafra
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya tanya
Tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tau
Mari sini sayangku,
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung
Kita tak pernah menanamkan apa apa, kita tak kan pernah kehilangkan apa apa
- Catatan Seorang Demonstran halaman 433-434
Ada orang yang menghabiskan waktunya untuk berjudi di Miraza
Tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku
Bicara tentang anjing anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga bunga di lembah mandalawangi
Ada serdadu serdadu Amerika yang mati kena bom di danau
Ada bayi bayi yang mati lapar di Biafra
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya tanya
Tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tau
Mari sini sayangku,
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung
Kita tak pernah menanamkan apa apa, kita tak kan pernah kehilangkan apa apa
- Catatan Seorang Demonstran halaman 433-434
Langganan:
Postingan (Atom)